Di Seberang Kejauhan...


Moh. Roychan Fajar

Aspal yang keras, hitam dan tebal itu menjadi jejak terakhir, sabagai satu-satunya wujud (namun samar) yang kini masih segar membekas, menggantung, mengendap, di seberang kejauhan ini. Kejauhan yang akan kembali menguji kesabaran, keseriusan, ketangguhan dalam hubungan kita bersama. Sumenep-Kediri, jarak yang tak dekat itu, akan membukan lembaran cerita dan kisahnya kembali, yang mungkin nanti akan lebih kempleks dan berat dibandingkan kisah Layla dan Majnun, Romeo dan Juliet, atau kisah Budha kuno tentang Rama dan Sinta.

Kedepan, ada banyak hal yang akan terjadi, yang akan kita lalui dalam perjalanan kisah yang mungkin tak akan selalu mudah untuk kita ringkas menjadi satu-dua paragraf di atas kertas; moment-moment dimana romatika itu tak bisa kita logikakan, kita bahasakan, kita jelaskan. Sebut saja, salah satunya: rindu. Yang kadang hadir melalui penampakan-penampakan yang samar, antara dua dimensi sekaligus: kebahagiaan dan kesedihan.

Ya, pada satu sisi, rindu itu memang melelahkan. Ia hanya membuatku duduk tersungkur memandang langit; membayang, merenung, mengingat, tentang kamu yang tak pernah pasti kecuali kepastiannya sebagai jejak yang menggores di dinding-dinding masa lalu. Masa di mana kita masih bebas bertukar senyum, bertegur sapa, dan makan bersama. Tetapi, ia (baca: ridu) juga sampul yang dapat melipat jarak kejauhan ini menjadi dekat, sedekat-dekatnya, antara aku dan kamu, meskupun hanya dalam bayangan—yang tak seutuhnya benar, namun juga tidak seutuhnya salah.

Tentu, betapa melelahkannya rindu itu, aku selalu tabah. Aku sadar, bergelut tanpa sudah dalam kejauhan ini—menjelajahi kesunyiannya, menelusuri liku demi liku jejaringnya, mencatat penggal demi penggal sejarahnya, terperangkap dan bahkan kadang jatuh dalam ke-semu-annya—merupakan sebuah perjalanan yang berat. Ibarat belukar hutan rimba, yang kapan saja dapat menelantarkan pengembara dari tujuannya. Di tengah gersang dan pengapnya rimba itu, seseorang hanya bisa berjalan mengikuti bayang-bayang fatamorgana yang sejatinya tak akan pernah terkejar.

Namun, kenapa harus peduli jika sudah yakin dan berdasarkan niat yang luhur? Aku memilihmu, sejak dulu hingga nanti sampai ajal memisahkan kita. Aku bukan bermaksud mendahului Tuhan. Ini semua aku katakan, karena kuyakin Tuhan akan meridhai hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Jadi biarlah tersesat sekalian dalam rimba tak bertuan itu, toh lama kelamaan kesesatan itu nanti bisa menjadi jalan yang menuju ridha-Nya. Memang tidak mudah, namun juga bukan berarti kesulitannya tak mungkin ditakhlukkan.

***

Tiga tahun sampai empat tahun kedepan, adalah waktu yang nanti akan membuka dan mengisi lembaran-lembaran cerita tentang kita berdua. Cerita yang mungkin tak akan pernah kita lupakan dan tak akan pernah lusuh dalam perjalanan waktu. Ya, semoga kita bisa merangkai cerita itu dengan indah, sejuk dan bersamaan dengan ridha-Nya. Karena kita pun sadar bahwa waktu tiga sampai empat tahun itu bukanlah waktu yang hanya bisa dilewati dalam sekejap mata berkedip. Jadi sabar dan saling mengerti antar satu sama lain adalah hal terpenting yang tak boleh kita lupakan.

Dua hal di atas itu bisa menjadi perekat atas keadaan hubungan kita nanti yang mungkin tak selalu berjalan mulus; kita memang sering saling bertukar senyum bersama, namun kita juga tak boleh lupa bahwa kita juga pernah saling marah. Itulah perlajanan. Selalu menyimpan dua kesan yang berbeda dalam prosesnya, antara keindahan dan keburukan, senyum dan kemarahan. Selain berdo’a dan memohon perlindungan kepada Tuhan, saling memahami antar satu sama lain, juga adalah jalan tengah untuk mendamaikan dua kesan yang selalu tanpil bersebrangan itu. Saling memahami ini sangat ditentukan betul oleh sejauh mana kita saling mencintai, menyayangi, dan sejauh mana kita saling memiliki. Karena di atas cinta dan perasaan menyayangi itulah, ia memilki watak “negativitas”, satu hal yang akan aku dijelaskan dalam konteks ini.

“Negativitas” yang aku maksud adalah pengetahuan yang secara otomatis tercipta di bawah perasaan “menyangi” sebagaimana yang disinggung di atas. Yang perlu digarisbawahi bahwa ia telah berhasil melampaui pengetahuan “hitam-putih” semesta ini. Inilah cinta yang total. Dengan prinsip negativitas-nya, ia tidak lagi memandang subjek yang ia pilih dalam metriks, baik-buruk, cantik-jelek, kaya-miskin, dst. Lebih dari itu, ia memahami orang yang dipilihnya sebagai sosok yang harus ia terima apa adanya, apapun kekurangannya.

Dari itulah, apa yang disebut sebagai “seling memahami” itu, dapat kita bangun melalui spirit “negativitas” ini; moment di mana tak lagi ada alasan, rasionalitas, tentang mengapa kita saling mencintai dan saling memiliki. Moment di mana kekurangan dan celah di antara kita tak lagi penting. Dan moment di mana kita saling terdorong untuk saling menjaga, mengingatkan, dan saling mengisi atas kekuaran-kekurangan yang tak bisa kita sembunyikan.

Memang tidaklah mudah.
Karena memang tidak ada yang mudah
dalam mencapai kebahagiaan.
Namun aku yakin,
kita sudah sama-sama siap menempuh itu semua!

***

Kini, aku selalu bertanya: apa yang bisa kulakukan, kuberikan, padamu selain kesetiaan ini? Aku sadar, karena kebodohanku, ketidakdewasaanku, kemalasanku, keteledoranku, kenakalanku, kemarahanku, telah berkali-kali menyia-nyiakanmu, membuatmu kecewa, mebuatmu marah dan jengkel. Membuatmu lelah, letih dan bahkan sesekali terganggu atas hubungan ini. Seolah-olah, cinta, sayang, dst, yang sering saya sampaikan kepadamu tak sebanding lurus dengan apa yang setiap saat kuperbuat. Ya, aku berjanji untuk terus belajar. Belajar untuk menjadi yang terbaik untukmu. Belajar agar apa yang selalu aku sampaikan tidak sekedar rongsokan wacana yang bisu dan hampa akan bukti, jauh dari kenyataan, atau sekedar aksara yang tertulis.

***

Sayang, aku mencintaimu, hingga nanti kita hidup di atap yang sama, bahkan sampai nanti, saat ajal memisahkan kita. Semoga Allah SWT meridhainya. Amien...

 
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates